Senin, 24 September 2012

BERCERMIN DIRI


Tatkala ku datangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala ku tatap wajah, hatiku bertanya . Apakah wajahini yang kelakakan
bercahaya bersinar indah di surgasana ?
Ataukah wajahini yang kelak akan hangus legam di  neraka Jahannam

Tatkala ku tatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….
Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga , terburai menatap
Neraka Jahannam………..
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala ku tatap mulut, apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan .. Mengucap laailaahailallah saat malaikat maut datang
menjemput ?

Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..yang getir
penghangus, penghancur setia pusus.
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?

Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang
Mengiris tajam
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
Yang engkau ucapkan untuk menipu ?
Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala ku tatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga ?
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih, di dalam lahar
Membara jahannam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkaulakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau
Tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkaua cuhkan tanpa peduli
Padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?

Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Ataukah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda ..betapa beda …apa yang tampak di cermin
denganapa yang tersembunyi
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..
Sedangkan aku … hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu , aku malu ya Allah
Allah ..selamatkanaku..Amin yaRabbal ‘alamin

Abdullah Gymnastiar

0 komentar:

Posting Komentar