Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2012

TUJUAN DARI SEBUAH PERNIKAHAN"


Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena nafsu semata,
Maka setiap pasangan akan sering terlibat perselisihan ketika kebutuhan nafsu mereka tak terpuaskan.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena
kecantikan / ketampanan fisik semata,
Maka setiap pasangan akan berusaha berpaling pada yang lain ketika kecantikan / ketampanan itu telah memudar.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena kekayaannya,
Maka setiap pasangan akan merusaha meninggalkan yang lain ketika kemiskinan datang menerpa.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah untuk mendapat keturunan,
Maka setiap pasangan akan mencari alasan untuk pergi menjauh ketika si buah hati tak kunjung hadir dalam keluarga mereka.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena punya jabatan dan pangkat yang tinggi,
Maka setiap pasangan akan berusaha lari menjauh ketika secara tiba-tiba ia sudah tidak mempunyai jabatan lagi.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena cinta semata,
Maka setiap pasangan akan dengan mudahnya berpindah pada hati yang lain dengan mengatasnamakan cinta.

Dan jika tujuan sebuah pernikahan adalah karena semata-mata dengan niat IBADAH kepada Allah untuk mengharapkan RIDHA-NYA,
Maka setiap pasangan akan menemukan arti sebuah pernikahan yang sesungguhnya.

Maka tak ada apapun yang pantas dijadikan sandaran di dunia untuk tujuan sebuah pernikahan, kecuali Allah yang akan selalu menjaga hubungan cinta setiap pasangan dalam sebuah bangunan yang berikat pernikahan hakiki. Menuju sebuah masa dimana kita semua akan kembali kepada-Nya.

InsyaAllah.

SILAHKAN SHARE / BAGIKAN UNTUK PARA SAHABAT. INSYAALLAH BERMANFAAT.

Senin, 24 September 2012

BERCERMIN DIRI


Tatkala ku datangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala ku tatap wajah, hatiku bertanya . Apakah wajahini yang kelakakan
bercahaya bersinar indah di surgasana ?
Ataukah wajahini yang kelak akan hangus legam di  neraka Jahannam

Tatkala ku tatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….
Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga , terburai menatap
Neraka Jahannam………..
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala ku tatap mulut, apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan .. Mengucap laailaahailallah saat malaikat maut datang
menjemput ?

Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..yang getir
penghangus, penghancur setia pusus.
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?

Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang
Mengiris tajam
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
Yang engkau ucapkan untuk menipu ?
Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala ku tatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga ?
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih, di dalam lahar
Membara jahannam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkaulakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau
Tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkaua cuhkan tanpa peduli
Padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?

Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Ataukah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda ..betapa beda …apa yang tampak di cermin
denganapa yang tersembunyi
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..
Sedangkan aku … hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu , aku malu ya Allah
Allah ..selamatkanaku..Amin yaRabbal ‘alamin

Abdullah Gymnastiar

Minggu, 23 September 2012

Ketika Mencari Calon..Ketika Melamar..Ketika Akad Nikah

1. KETIKA MENCARI CALON
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis,
tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu,
tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa'kan anda,
kerana anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI kerana menyia-nyiakan do'a mereka.

5. KETIKA MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah.
Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sedarilah bahawa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga,
tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA GOYANG
Jangan saling berlepas tangan,
tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda,
tetapi cintailah isteri atau suami anda 100%
dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA MERUDUM
Yakinlah bahawa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus
dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.KETIKA EKONOMI BERKEMBANG
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri memerlukan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemalai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahawa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak,kerana orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ....

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahawa tidak ada seorang anakpun yang tidak mahu bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami, isteri sebagai ubat.

17.KETIKA INGIN AMAN DAN HARMONIS

Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan...2 Kasih sayang...3 Kesetiaan..4 Komunikasi dialogis..5 Keterbukaan...6 Kejujuran....7 Kesabaran..